Pertanyaan:
Apa langkah-langkah yang benar untuk melaksanakan umrah agar saya dapat
melakukan umrah untuk bapak saya yang telah meninggal setelah saya
melakukan umrah untuk diri saya?
Jawaban:
Alhamdulillah
Anda harus ihram umrah untuk diri anda dari miqat yang anda lewati.
Kemudian, jika anda telah menyempurnakan umrah untuk diri anda, dengan
thawaf dan sai serta memendekkan rambut anda, maka anda dapat keluar ke
Tan'im atau tempat lainnya di tanah halal (di luar tanah haram).
Kemudian anda ihram umrah untuk bapak anda, dengan mengatakan, "
Labbaika Allahumma bi Umratin an Abii."
Kemudian anda thawaf dan sai serta memendekkan rambut. Namun
menggundulnya lebih utama. Anda tidak diwajibkan kembali ke miqat untuk
ihram umrah untuk bapak anda.
Syekh Bin Baz
berkata, "Jika anda ingin menunaikan umrah untuk diri anda dan untuk
orang lain yang telah meninggal dunia, atau untuk orang yang sudah tua
renta atau orang sakit yang sudah tidak ada harapan sembuh, maka yang
wajib anda lakukan adalah anda ihram dari miqat yang anda lewati jika
anda sudan niat untuk haji atau umrah. Jika anda selesai melakukan
amalan umrah atau haji, maka tidak mengapa bagi anda untuk umrah untuk
diri anda dari tanah halal terdekat.
Seperti Tan'im, Ja'ronah, dll. Anda tidak diharuskan kembali ke miqat.
Karena Aisyah radhiallahu anha melakukan ihram umrah dari miqat Madinah
bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam haji Wada. Setelah
selesai melaksanakan haji dan umrahnya, dia minta izin kepada Nabi
shallallahu alaihi wa sallam untuk melakukan umrah secara tersendiri
(tidak digabung dengan haji). Maka beliau (Rasulullallah shallallahu
alaihi wa sallam) memerintahkan saudaranya Abdurrahman untuk
mengantarkannya pergi ke Tan'im, kemudian dia umrah setelah haji. Beliau
tidak memerintahkannya untuk kembali ke miqat. Sebelumnya dia telah
memasukkan niat ke dalam umrahnya yang ihramnya dia lakukan di miqat,
berdasarkan perintah Raslullah shallallahu alaihi wa sallam, karena dia
mengaami haidh sebelum menunaikan amalan umrahnya." .